Perjalanan Snapchat dimulai pada tahun 2011 oleh Evan Spiegel, Reggie Brown dan Bobby Murphy yang semuanya adalah mahasiswa di Universitas Stanford. Brown datang dengan membawa ide tentang sebuah aplikasi sosial yang memungkinkan pengguna untuk mempublikasikan foto dan video yang akan hilang setelah beberapa detik. Pada tahun 2013 Snapchat memperkenalkan dua fitur baru - Cerita dan Obrolan. Fitur baru ini memungkinkan pengguna untuk memposting beberapa foto yang akan tetap aktif selama 24 jam.

 

Tahun 2014 adalah tahun yang sibuk karena Snapchat menciptakan "Geofilters" serta memperkenalkan Snapcash. Satu tahun kemudian Snapchat telah mencapai tonggak sejarah dengan jumlah pengguna yang melampaui 75 juta pengguna bulanan. IPO saham Snapchat dilaksanakan pada tahun 2017 dan saham-saham Snap pada hari pertama perdagangannya ditutup dengan kenaikan sebesar 44% menjadi seharga $24,48 per saham.

 

Pandangan Fundamental

Snapchat menunjukkan pertumbuhan yang solid dalam pendapatan per saham yang meroket naik sebesar 800% pada tahun lalu. Perusahaan tersebut juga dianggap sebagai perusahaan yang sehat dan tidak memiliki masalah dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Dalam laporan pendapatan terbarunya, pengguna aktif harian meningkat sebesar 20% dari tahun ke tahun menjadi total sebesar 319 juta pengguna. Pendapatan pada kuartal fiskal keempat tahun 2021 melonjak sebesar 42% dan pendapatan dalam setahun penuh melonjak sebesar 64% dari tahun ke tahun. Ini menandai kuartal pertama dengan pendapatan bersih positif sebagai perusahaan publik bagi Snapchat.

Namun, saham Snap mengalami penurunan nilainya dalam 5 bulan terakhir yang dimulai pada tanggal 22 Oktober. Karena adanya kebijakan privasi baru dari Apple, pendapatan meleset dari ekspektasi para analis di mana hal tersebut menyebabkan saham jatuh lebih dari 25% dalam waktu satu hari. Sejak pengumumannya yang mengecewakan tersebut sahamnya menjadi anjlok lebih dari 59%.

Snapchat juga memiliki valuasi pasar yang tinggi. Kapitalisasi pasarnya sebesar $86 miliar adalah 22 kali perkiraan penjualan untuk tahun ini dan 15 kali perkiraan penjualan untuk tahun 2023. Tidak hanya itu saja tetapi dalam beberapa bulan terakhir orang-orang dalam menjual hampir 26 kali lebih banyak saham daripada yang mereka beli. Jika orang dalam telah percaya bahwa perusahaan dapat tumbuh secara eksponensial, mereka akan membeli saham dan tidak memberikan tekanan untuk turun pada mereka.

 

Ulasan Teknik

Obrázek5

Melihat saham Snapchat (NYSE: SNAP) dari sisi pandangan teknis, saham diperdagangkan menurun baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Saat ini dengan harga $30,05 per saham, saham diperdagangkan antara level support $29,03 dan dua level resistance; satu di $40 dan satu lagi lebih tinggi di $48.

Konsensus target harga rata-rata analis dari berbagai lembaga terkenal termasuk Goldman Sachs, City Group dan Jefferies Financial Group adalah $57 dengan perkiraan tinggi $93 dan perkiraan rendah $40. Ini merupakan hal yang positif bagi Snap karena para analis memperkirakan bahwa saham akan naik setidaknya sebesar 33% dan mungkin mencapai 90% dalam waktu dekat.

 

Harapan untuk Masa Depan

Salah satu penawaran dari Snap adalah "Spectacles" yang merupakan kacamata pintar berteknologi augmented reality. Teknologi ini menggabungkan gambar digital dan data lain ke dalam bidang pandang seseorang. Navigasi, pendidikan, game, perdagangan dan aplikasi lain untuk teknologi augmented reality dapat menjadi hal besar berikutnya di era yang telah dijejali oleh teknologi ini.

Harapan lain adalah pertumbuhan iklan digital. Sejauh ini prospek periklanan untuk media sosial terlihat positif karena iklan digital akan mencapai lebih dari 60% dari total pengeluaran iklan global untuk pertama kalinya tahun ini menurut Zenith Media.

Sebelum membeli saham Snap adalah penting untuk menyadari bahwa pasar saham saat ini sedang dalam keadaan koreksi. Saham teknologi dan pertumbuhan yang dikenal terus meningkat nilainya telah terpukul keras di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik sehingga lebih baik menunggu sampai pasar kembali pulih sebelum membeli saham Snapchat.

 

Sumber: TradingView – CNBC – TheStreet – Quartz – Forbes – MarketBeat – Nasdaq.com

CFD adalah instrumen kompleks dan memiliki risiko tinggi kehilangan uang secara cepat karena leverage. Anda harus mempertimbangkan apakah Anda memahami cara kerja CFD dan apakah Anda mampu mengambil risiko tinggi kehilangan uang Anda. Harap membaca selengkapnya tentang Pengungkapan Risiko.